Pilmico dan Gold Coin tetap teguh dalam komitmen mereka untuk membantu masyarakat memiliki mata pencaharian yang berkelanjutan, dan mereka memperluas upaya mereka dari Filipina ke Malaysia melalui kemitraan mereka dengan Global Peace Foundation Malaysia (GPFM), sebuah organisasi nirlaba.
Pada awal kemitraan mereka, mereka menyadari tantangan mata pencaharian yang dihadapi oleh komunitas Orang Asli, penduduk asli Pahang, Malaysia. Pada saat yang sama, GPFM melihat minat masyarakat terhadap peternakan ayam dan ingin mengembangkannya.
Tujuannya jelas bagi Gold Coin Malaysia dan GPFM - untuk memberdayakan komunitas Orang Asli dengan menyediakan alat dan pengetahuan yang diperlukan untuk membangun peternakan ayam yang berkelanjutan. Mereka meluncurkan inisiatif peternakan ayam untuk 20 keluarga penerima manfaat dari distrik Bera dan Rompin di Pahang, Malaysia.
Gold Coin Malaysia memberikan keahliannya dalam manajemen peternakan dengan membangun kandang ayam, mengadakan seminar tentang penanganan ayam yang tepat, dan mendistribusikan pakan unggas.
Pada bulan April 2023 lalu, ayam-ayam dari peternakan masyarakat telah siap untuk dijual. GPFM membantu memasarkan dan mempromosikan ayam-ayam tersebut, juga memanfaatkan platform media sosial. Mereka juga membantu mengemas, memproses, dan mengirimkan lebih dari 1.000 ekor ayam ke pelanggan di kota Kuala Lumpur dan Kuantan. Beberapa bahkan menjadi pelanggan tetap.
Kemitraan antara Gold Coin Malaysia, GPFM, dan komunitas Orang Asli telah menunjukkan hasil yang sukses dan menjanjikan. Semakin banyak penduduk yang menunjukkan minat untuk berpartisipasi dan mempertahankan peternakan ayam. Menyusul keberhasilan proyek ini, Gold Coin Malaysia dan GPFM berharap untuk melanjutkan kemitraan mereka untuk memberi manfaat bagi masyarakat asli di Pahang, Malaysia.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
What are the long-term goals of this initiative?
The partnership aims to sustain and expand the chicken farming program, with more community residents expressing interest in joining. Both organizations hope to continue their collaboration to benefit additional native communities across Pahang, Malaysia.
What is the article about?
This article covers a chicken farming initiative launched to help the Orang Asli community, the indigenous people of Pahang, Malaysia, establish a sustainable source of livelihood. It highlights a partnership aimed at providing tools, knowledge, and infrastructure to support 20 beneficiary families from the districts of Bera and Rompin.
Who are the Orang Asli, and why were they chosen for this initiative?
The Orang Asli are the indigenous people of Pahang, Malaysia. They were chosen because they faced significant livelihood challenges, and members of the community had already shown a genuine interest in chicken farming, making the initiative a natural and community-driven fit.
What support was provided to the beneficiary families?
The families received chicken coops built by volunteers, seminars on proper chicken handling and farm management, and a supply of poultry feeds. Fifty chicks were also delivered to the community to get the farm started.
How were the chickens sold, and what was the outcome?
By April 2023, the community’s chickens were ready for market. Over 1,000 chickens were packed, processed, and delivered to customers in Kuala Lumpur and Kuantan, with some buyers becoming repeat customers. Social media was used to help market and promote the products.




