Pilmico Memberdayakan Pengusaha Peternakan Babi di Bohol
Perkenalkan Arselisa B. Versales, seorang pengusaha inspiratif dari Barangay Biabas, Ubay, Bohol. Di usianya yang ke-52, Arselisa adalah contoh yang baik tentang bagaimana Program Mata Pencaharian Pilmico dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.
Sejak tahun 2022, Pilmico telah menjadi mitra utama dalam kisah suksesnya, dari awal mula peternakan babinya yang sederhana hingga menjadi perusahaan yang berkembang pesat.
Perjalanan Arselisa dimulai pada tahun 2019 ketika ia menjadi anggota aktif Ramon Aboitiz Foundation, Inc (RAFI Microfinance) dan menerima bantuan pinjaman keuangan melalui Produk Pinjaman Kabuhayan.
Meskipun menghadapi beberapa tantangan, seperti menyeimbangkan tugasnya sebagai Petugas RHU3 Barangay yang berdedikasi dan mengelola bisnis peternakan babinya, dia tetap bertahan dengan bantuan rekannya.
Dedikasinya membuahkan hasil ketika Arselisa dinominasikan untuk Program Padayon sa Pagbusay (Mendayung Tanpa Henti) dari RAFI Microfinance yang berkolaborasi dengan Pilmico. Ini merupakan kesempatan besar bagi Arselisa dan komunitasnya.
Sebagai salah satu penerima manfaat dari Program Mata Pencaharian Pilmico, ia menerima dua ekor sapi bibit unggul, pakan, produk kesehatan hewan, dan bantuan teknis.

Livelihood Kit Pilmico menyediakan lebih dari sekadar dukungan materi. Hal ini bertujuan untuk memberdayakan petani dan pengusaha dengan membekali mereka dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk berkembang.
Arselisa, sebagai peserta program, mampu bangkit dari keterpurukan, seperti kehilangan anak babi pada tahun 2019. Dengan dukungan Pilmico dan tekad Arselisa yang tak tergoyahkan, ia bangkit kembali dan berkembang pesat dalam bisnis peternakan babinya.
Sejak memulai dengan hanya satu ekor babi dara pada tahun 2017, Arselisa kini mengawasi 13 ekor gilt yang sehat, termasuk yang berasal dari Livelihood Kit Pilmico. Ketekunannya mengamankan mata pencaharian keluarganya dan menjadikannya sebagai pemasok daging babi terkemuka di pasar dan rumah potong hewan kota.
Arselisa mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pilmico, menyoroti dampak dukungan mereka terhadap mata pencaharian keluarganya dan pendidikan anak-anaknya. "Sayasangat berterima kasihkepada Pilmico atasdukungannya terhadap programini, terutama dalam mendukung pendidikan kedua anak saya di Sekolah Menengah Atasdan Perguruan Tinggi," ("Program ini sangat membantu mata pencaharian kami, terutama dalam mendukung pendidikan kedua anak saya di Sekolah Menengah Atas dan Perguruan Tinggi"), katanya.
Arelisa sangat ingin mengembangkan bisnisnya dengan menambahkan lebih banyak gilt. Kisahnya menjadi contoh potensi transformatif dari Program LiveLihood Pilmico. Hal ini menunjukkan bahwa melalui ketekunan, ketangguhan, dan dukungan komunitas, mimpi memang bisa menjadi kenyataan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
What impact has the program had on Arselisa’s family beyond the piggery business itself?
Arselisa expressed that the program has been of great help not only to the family’s daily livelihood but also to her ability to support her two children’s education – one in high school and one in college. Her story illustrates how a well-structured livelihood program can generate ripple effects that extend from household income to educational opportunity.
Who is Arselisa B. Versales, and how did she first become connected to Pilmico’s livelihood program?
Arselisa is a 52-year-old entrepreneur from Barangay Biabas, Ubay, Bohol who runs a piggery while working as a barangay clerk. She became a RAFI Microfinance member in 2019 and received a Kabuhayan Loan to support her piggery. Through RAFI’s Padayon sa Pagbusay program, she was nominated to receive Pilmico’s Livelihood Kit starting in 2022.
What did Pilmico’s Livelihood Kit provide to Arselisa, and how did it differ from a simple cash or food donation?
Pilmico’s kit provided two good-breed gilts, animal feeds, animal health products, and hands-on technical assistance. Unlike a cash transfer, the kit gave Arselisa both productive assets and the knowledge to use them effectively – addressing not just immediate need but long-term business sustainability.
How has Arselisa’s piggery operation grown since she first started in 2017?
She began with a single gilt in 2017 and now manages 13 healthy gilts, including those received through Pilmico’s kit. She has established herself as a reliable hog meat supplier to her local market and the municipal slaughterhouse of Ubay, Bohol – a significant progression from a one-animal backyard operation to a recognized commercial supplier.
How did the program help Arselisa recover from earlier setbacks, including losses in 2019?
Arselisa lost piglets in 2019, a setback that would have been difficult to overcome without external support. Pilmico’s program provided her with new gilts, continued technical guidance, and encouragement to persist. The combination of material support and motivation helped her rebuild her herd and regain business momentum.




