KOTA PALAYAN, Nueva Ecija – Beberapa prajurit yang terluka dalam pertempuran selama 5 bulan di Kota Marawi akan menghadapi kompor untuk sementara waktu, menggantikan musuh.
Ini adalah sebuah magdesisyon yang dilakukan oleh para anggota Hukbong Sandatahan yang terluka dalam aksi "Noble Bakers", yang merupakan bagian dari Komando Operasi Khusus untuk menyelidiki kasus ini.
"Setelah pengepungan Marawi, kami melihat banyak yang terluka di sana. Tujuan Komando adalah membantu pasukan berkembang di sana. Mereka akan mengelola toko roti dan keuntungannya juga akan disumbangkan kepada yang terluka," kata Mayor Sonny Dungca..
Pendapatan Noble Bakers langsung masuk ke bank. Dana tersebut akan disalurkan kepada keluarga prajurit yang terluka, kata Dungca.
Grup Aboitiz menanggung biaya peralatan dan perabotan lain yang digunakan oleh toko roti, Dungca menambahkan.
Salah satu prajurit yang ditunjuk sebagai tukang roti adalah Sersan Eric Ubalde setelah ia tertembak di kaki dan terkena pecahan peluru di bahu.
"Saya merasa lega (membuat roti) karena membantu mereka yang terluka dalam pertempuran. Saya masih bisa memberikan pelayanan," ujar Ubalde dalam wawancara dengan ABS-CBN News.
Menurut prajurit yang tergabung dalam Noble Bakers, TNI terus mengingatkan bahwa setiap cedera atau cacat bukanlah halangan dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat.
Tonton videonya di sini.
OLEH: Noriel Padiernos, ABS-CBN News




