Koperasi Petani Penerima Manfaat Reforma Agraria Mantibugao (MARBFC) memimpikan hal-hal besar untuk organisasi mereka. Mereka membayangkan diri mereka menjadi koperasi yang kuat dan layak yang mengangkat anggotanya melalui lebih banyak pekerjaan, peluang untuk berkembang, dan program-program keberlanjutan. Dengan bantuan dari Pilmico dan Aboitiz Foundation, ini hanyalah permulaan bagi MARBFC.
Dimulai dengan 15 petani jagung lokal, MARBFC kini memiliki lebih dari 300 anggota. Lebih dari tingkat keanggotaan mereka yang terus meningkat, MARBFC sekarang juga memasok jagung untuk pabrik kami di Iligan City. Dengan segala sesuatunya berjalan dengan baik di MARBFC, tantangan berikutnya bagi koperasi ini adalah belajar bagaimana mempertahankan momentum dan tumbuh lebih besar lagi.
Memasuki Project Silk, sebuah program pelatihan tiga bagian yang diadakan sepanjang bulan Oktober oleh Pilmico untuk MARBFC untuk memajukan bisnis mereka yang sedang berkembang. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi keuangan, kewirausahaan, dan manajerial koperasi demi kemajuan bisnis mereka. Project Silk dibagi menjadi tiga tahap, masing-masing dilakukan setiap minggu dengan seorang pakar industri untuk mendidik mereka dan semuanya bertujuan untuk berkontribusi pada pertumbuhan petani sebagai pengusaha.
Pelatihan pertama mengenai Manajemen Keuangan diselenggarakan dalam kemitraan dengan Otoritas Pengembangan Koperasi Wilayah 10 dengan Petugas Pengembangan Koperasi, Joselito Hallazgo. Ini diikuti dengan pelatihan yang diadakan oleh David Normor, seorang pendidik dari San Isidro College City of Malaybalay tentang Manajemen Bisnis dan Pemasaran dan Alexander Solano dari People Management Association of the Philippines tentang Kewirausahaan. Joselito Hallazgo kembali untuk putaran terakhir Project Silk dengan pelatihan informatif tentang Manajemen Arsip. Selama program pelatihan, para anggota MARBFC mendapat kesempatan untuk mengeksplorasi ide-ide baru untuk usaha bisnis dan merumuskan rencana bisnis untuk peluang-peluang ini. Beberapa rencana bisnis yang diajukan termasuk mengembangkan modal usaha, vulkanisir, produksi keripik singkong, dan bahkan menjadi pusat pasokan pertanian.
"Sangat bagus. Sangat membantu dalam hal akuntansi, pembukuan, laporan keuangan, dan penganggaran." - Evangeline P. Frasco, Manajer MARBFC
"Meskipun dalam waktu singkat, ini sangat membantu dalam hal literasi keuangan. Terutama bagi para anggota yang memegang jabatan di koperasi. Dalam kasus saya, siapa tahu di waktu yang tepat tugas ini akan diberikan kepada saya. Setidaknya, saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan." - Eufronia C. Pancrudo, Anggota MARBFC
Kami telah menjadi Mitra untuk Pertumbuhan dengan petani lokal tidak hanya dengan mendukung produk mereka, tetapi juga dengan menyediakan alat dan pengetahuan yang tepat untuk membantu mereka mempertahankan mata pencaharian mereka. Melalui Project Silk, Pilmico memenuhi visi Aboitiz Group untuk memajukan bisnis dan masyarakat dengan menciptakan peluang bagi para Mitra untuk membangun kapasitas dan keterampilan mereka dalam berbisnis.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
What does Project Silk illustrate about Pilmico’s approach to sustainable partnership with farmer cooperatives?
Project Silk demonstrates that Pilmico’s partnership with MARBFC extended far beyond the initial inclusive sourcing agreement in which Pilmico contracted to buy MARBFC’s corn directly. Rather than stopping at the supply chain relationship, Pilmico invested in building the organizational capacity needed for MARBFC to sustain and expand its business independently over time. This approach reflects the Aboitiz Group’s vision of advancing business and communities simultaneously — recognizing that a commercially viable cooperative partner serves both Pilmico’s supply chain needs and the broader goal of building economically self-sufficient rural communities.
What is Project Silk and why was it designed for the MARBFC specifically?
Project Silk is a three-part business management training program developed by Pilmico for the Mantibugao Agrarian Reform Beneficiaries Farmers Cooperative (MARBFC) in Manolo Fortich, Bukidnon. It was designed specifically for MARBFC because the cooperative had grown from 15 founding corn farmers to over 300 members — and was already supplying corn to Pilmico’s plant in Iligan City. At this scale, the cooperative’s primary challenge shifted from growth to management: sustaining momentum and building the financial, entrepreneurial, and managerial competencies needed to operate as a viable, permanent institution rather than a loose farmer group.
What three training areas did Project Silk cover and who were the expert trainers?
Project Silk was divided into three weekly legs held throughout October, each facilitated by a different domain expert. Financial Management was led by Joselito Hallazgo from the Cooperative Development Authority of Region 10. Business Management and Marketing was taught by David Normor of San Isidro College in Malaybalay. Entrepreneurship training was delivered by Alexander Solano of the People Management Association of the Philippines. Hallazgo returned for the final leg to cover Records Management. The use of external domain experts rather than Pilmico’s own staff ensured that trainees received credentialed, specialist-level instruction in each area.
What new business ideas emerged from the Project Silk training sessions?
Throughout the program, MARBFC members were encouraged to generate and develop original business plan ideas. Concepts that emerged included expansion into farm capital lending, vulcanizing services, cassava chips production, and positioning as an agri-supply center for the surrounding farming community. The breadth of these ideas — spanning financial services, food processing, mechanical services, and supply chain — illustrates that the training succeeded in expanding members’ conception of what their cooperative could become, well beyond its origin as a corn farming association.
What did the testimonials of MARBFC members reveal about the training’s impact?
MARBFC Manager Evangeline Frasco praised the very high quality of knowledge gained — specifically calling out accounting, bookkeeping, financial statement preparation, and budgeting as areas of notable improvement. MARBFC member Eufronia Pancrudo reflected on the value even in a short period — particularly in building financial literacy — and noted its relevance to her future role in cooperative leadership. Both testimonials highlight outcomes that extend beyond the training room: the knowledge is being positioned for practical application in ongoing cooperative management.




