fbpx

Baca mengenai pemangku kepentingan, bisnis dan komunitas kami

Beranda 9 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan 9 Sendok Kayu: Ruang untuk Kolaborasi dan Inovasi
#

Bagikan:

Sendok Kayu: Ruang untuk Kolaborasi dan Inovasi

7 Desember 2018

Tanggal 3 Desember 2018 menandai peresmian Wooden Spoon, pusat inovasi bisnis Aboitiz Foundation, Inc. dan Pilmico di Kompleks TESDA di Kota Taguig.

Wooden Spoon dinamai sesuai dengan merek tepung unggulan Pilmico dan salah satu alat yang paling diandalkan oleh setiap pembuat roti. Fasilitas yang baru saja direnovasi ini disiapkan untuk memberikan kesempatan bagi para wanita dan calon pemilik bisnis untuk memulai bisnis toko roti mereka sendiri. Dirancang untuk meniru lini produksi bisnis yang sebenarnya, fasilitas ini dilengkapi dengan peralatan memanggang yang mutakhir dan Cafe Juana, sebuah kafe yang memungkinkan para siswa untuk memasarkan dan menjual produk mereka sendiri.

"Kami akan tetap setia pada misi kami untuk memberdayakan wirausahawan pemula dan membentuk koki dan barista yang memiliki komitmen yang sama untuk memajukan bisnis dan masyarakat. Kami di Aboitiz Foundation dan mitra kami di Pilmico berkomitmen untuk melakukan yang terbaik untuk membantu program NC II Produksi Roti dan Kue TESDA Women's Center terakreditasi di Sistem Pendaftaran dan Akreditasi Program TVET Terpadu. Kami juga akan terus mencari lebih banyak cara untuk mempromosikan pendidikan sebagai pendorong pertumbuhan dan pengembangan usaha - dengan demikian, membantu lebih banyak orang Filipina mendapatkan lebih banyak penghasilan dan memiliki kehidupan yang lebih baik.", Maribeth Marasigan, COO Aboitiz Foundation, mengungkapkan.

Aboitiz, melalui Aboitiz Foundation dan Pilmico, dengan bangga berbagi momen ini dengan TESDA Women's Center. Wooden Spoon merupakan hasil dari visi besar mereka yang selaras dengan kedua organisasi yang menginginkan masa depan yang lebih baik dan peluang yang lebih besar bagi individu, terutama perempuan dan kaum muda. Dihadiri oleh para eksekutif puncak dari Aboitiz Group dan TESDA Women's Center, fasilitas ini diserahkan kepada lembaga pemerintah yang peduli agar inovasi dan kolaborasi dapat berkembang melalui sesi pelatihan mereka.

"Dipandu oleh visi kami untuk menjadi Mitra Pertumbuhan Pelanggan, kami telah menetapkan untuk terus mencari peluang di mana kami dapat menggunakan keahlian kami untuk memberikan dampak positif dan jangka panjang bagi berbagai pemangku kepentingan kami. Seiring berjalannya waktu, kami telah belajar bahwa cara terbaik untuk memberikan dampak tersebut adalah dengan bekerja sama dengan organisasi yang berpikiran sama dan memiliki nilai yang sama, yang memungkinkan kami untuk secara efektif memobilisasi berbagai program kami," ujar Tristan Aboitiz, COO Pilmico, dalam pidatonya.

Renovasi ruang seluas 500 meter persegi ini diperkirakan menelan biaya sekitar 6 juta, dengan 3,6 juta didedikasikan untuk perabotan dan desain, serta 2,2 juta untuk peralatan memanggang yang canggih.

Dalam program pelatihannya, TESDA Women's Center selalu mengutamakan perempuan sebagai prioritas pendaftar dengan menerapkan rasio 9:1 antara perempuan dan laki-laki di kelas. Selain itu, fasilitas ini juga akan menjadi pusat pelatihan baru Pilmico yang didedikasikan untuk pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya.

Melalui kemitraan dengan TESDA dan pendirian Wooden Spoon, Pilmico dan AFI memajukan bisnis dan masyarakat dengan tidak hanya membuka jalan baru bagi pertumbuhan dan pembelajaran bagi perempuan dan kaum muda, namun juga mendidik mereka tentang bagaimana mempertahankan mata pencaharian mereka.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

How does the Wooden Spoon facility advance both Pilmico’s commercial interests and TESDA Women’s Center’s social mission?
The facility advances Pilmico’s commercial interests by creating a new generation of technically competent, business-ready bakers who will become natural customers for Pilmico flour — trained from the ground up on the products and standards that Pilmico promotes. TESDA Women’s Center’s social mission — prioritizing women in its enrollment with a 9-to-1 female-to-male ratio — is advanced by providing women and the youth with professional credentials and hands-on business experience. The alignment of both objectives in a single physical space is what Marasigan described as great visions aligned between two organizations aspiring to better futures and greater opportunities.

What was the occasion for the official Wooden Spoon turnover and who was present?
The official turnover of the Wooden Spoon Business Innovation Center took place on December 3, 2018 at the TESDA Compound in Taguig City. The event was attended by top executives from both the Aboitiz Group and TESDA Women’s Center, including Aboitiz Foundation COO Maribeth Marasigan and Pilmico COO Tristan Aboitiz. The ceremonial turnover formally established the facility as an operational partnership between the two organizations — transferring day-to-day management of the training program to TESDA Women’s Center while Pilmico continued as a key institutional partner and customer training center.

What does the name “Wooden Spoon” represent?
The Wooden Spoon is named after Pilmico’s flagship flour brand — and deliberately invokes the most fundamental and universally recognized tool in any baker’s kitchen. The name signals the facility’s philosophy: accessible, practical, foundational. Just as a wooden spoon is the starting point of every baking process, the Wooden Spoon center is positioned as the starting point of every aspiring baker’s entrepreneurial journey. The brand connection to Pilmico flour is also embedded in the name, linking the facility’s identity to its primary corporate sponsor.

What is Cafe Juana within the Wooden Spoon facility and why is it included?
Cafe Juana is a working bakery cafe embedded within the Wooden Spoon training facility, operated by trainees as part of their program experience. Its purpose is to give trainees direct hands-on experience running an actual food business — managing customer orders, pricing products, interacting with real buyers, and handling the operational rhythms of a commercial cafe — within the safety of the training environment and with the compound’s TESDA community as their customer base. This experiential component bridges the gap between technical baking skill and commercial business readiness.

What did Tristan Aboitiz say about Pilmico’s motivation for investing in the Wooden Spoon?
Pilmico COO Tristan Aboitiz described the Wooden Spoon as a product of Pilmico’s commitment to using its expertise to bring positive and lasting impact to its various stakeholders. He specifically noted that Pilmico had learned over time that the most effective way to make that impact is to work alongside like-minded and values-based organizations that enable the company to mobilize its programs effectively — directly naming the TESDA Women’s Center partnership as an example of this approach in practice.

Tags:

Bagikan: