Sejak tahun 2013, Program Pemberian Makanan Kutitap telah memberikan bantuan kepada masyarakat Kota Iligan melalui roti bernutrisi yang benar dan baik dari tepung Pilmico.
Tujuan dari program ini adalah untuk mendistribusikan roti sehat kepada siswa-siswi yang kurang gizi dari Taman Kanak-kanak hingga kelas 2 SD untuk meningkatkan keterlibatan akademis. Tidak hanya untuk kepentingan sekolah, program ini juga membuka peluang bagi toko roti lokal kecil untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat dan membangun hubungan dengan pelanggan baru.
"Rasanya menyenangkan karena telah membantu kami, bahkan telah membantu anak-anak." ujar Owen Pacas, pemilik toko roti Mandy's, mitra toko roti Program Pemberian Makanan Kutitap sejak tahun 2013.
Dengan mata berkaca-kaca, ia membagikan visinya untuk bisnisnya yang menjanjikan dan bagaimana ia merasakan umpan balik positif yang ia dapatkan dari komunitas.
"Roti kami sangat terkenal dan bahkan telah mencapai mancanegara karena salah satu pelanggan kami membawanya ke sana. Ayah salah satu klien kami selalu mencari roti kami. Ia bahkan mengutus seseorang untuk membelinya karena ia tinggal di kota lain hanya untuk membeli roti untuk dirinya sendiri. Rasanya roti sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Kutitap sangat membantu kami karena telah meningkatkan modal kami, jadi saya harap kami dapat berkembang dan tumbuh lebih besar lagi."
Ekspansi tampaknya menjadi kunci bagi para mitra toko roti ini, Marlon Gicale dari C&G Bakery juga mengungkapkan bahwa mereka sedang dalam proses untuk membuka cabang lain setelah keterlibatan mereka dalam Kutitap Feeding Program.
"Tidak ada satu pun dari kami yang melamar, kami yakin bahwa kami tidak akan melamar pekerjaan di siang hari di tempat yang sama. Namun di Diyos, kami menganggap program ini sebagai program yang tepat untuk membantu para ibu rumah tangga yang sedang berharap, kami akan membuka toko roti." Panadero menjadi pemilik bisnis roti, Marlon menjelaskan.
Bahkan bisnis roti yang baru mulai pun telah merasakan perbedaan Pilmico ketika mereka bergabung dengan program ini.
Setelah berpartisipasi tahun lalu, pemilik Happy Bread Bakery, Norman Mandiag, telah memiliki pandangan yang jelas tentang masa depan bisnisnya bersama Pilmico.
"Itulah salah satu faktor yang meningkatkan kualitas roti. Kutitap bagus karena sejak itu banyak orang mencari roti. Setiap kali ada yang membeli, saya bilang itu buatan Pilmico dan mereka kembali lagi karena itu. Saya ingin membangun kafe yang cukup mewah untuk roti kami ketika bisnis ini berkembang."
Program Pemberian Makan Kutitap telah memberi makan lebih dari 13.251 anak Kutitap dari 16 sekolah mitra dengan roti yang dipasok oleh 8 toko roti Kutitap yang pendapatannya meningkat hingga 71% sejak berpartisipasi dalam program ini.
Selain di Iligan, program Pemberian Makanan Kutitap pertama di Tarlac juga diluncurkan di Capas pada bulan Juli 2018. Murid-murid Sekolah Dasar Calangitan dan Sekolah Dasar Manga saat ini menerima roti sehat dan bergizi di pagi hari. Kutitap selanjutnya akan diluncurkan pada tahun 2019 sebagai bagian dari bulan gizi.
Tidak hanya untuk sekolah dan tidak hanya untuk bisnis, toko roti yang sederhana ini telah menemukan mitra untuk berkembang dalam membangun mata pencaharian dan komunitas mereka melalui Program Pemberian Makan Kutitap.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
What is the significance of the Kutitap Program as a model for private sector-community nutrition partnerships?
The Kutitap Program demonstrates how a flour manufacturing company can create shared value by aligning its commercial interests — expanding the market for Pilmico flour — with genuine social benefit. Bakeries that use more Pilmico flour grow their businesses; growing businesses buy more flour; schools receive nutritious bread; malnourished children benefit academically. This creates a self-reinforcing loop where commercial and social value are generated simultaneously, rather than in tension with each other.
What is the Kutitap Feeding Program and who does it primarily serve?
The Kutitap Feeding Program is a community nutrition initiative that has been operating in Iligan City since 2013, using breads produced from Pilmico flour. Its primary beneficiaries are malnourished students from Kindergarten to Grade 2 — specifically children identified as nutritionally at risk — who receive healthy, nutritious bread each school day. The program’s core objective is to improve nutritional status and thereby increase academic engagement among the youngest students in partner schools. By the time of this report, the program had fed more than 13,251 Kutitap kids across 16 partner schools.
How has the Kutitap Program benefited the partner bakeries beyond simply providing orders?
The program has created a dual benefit for partner bakeries: regular institutional orders from the school feeding program provide stable income and working capital, while community visibility through the program has generated expanded word-of-mouth customer bases. Bakery partner Owen Pacas of Mandy’s Bakeshop described his bread becoming known not just locally but also reaching other countries through customers who carried it abroad. Partner Marlon Gicale of C&G Bakery credited program involvement with enabling the upgrading of his bakery’s storefront and giving him the confidence to open a second branch.
What financial impact did the Kutitap Program have on partner bakery incomes?
Participation in the Kutitap Feeding Program raised the income of its eight partner Kutitap bakeries by 71% on average. This is a substantial increase by any measure, and it reflects the program’s design: institutional bread supply orders provide a reliable, predictable revenue floor that allows bakeries to plan investments, hire staff, and upgrade equipment — the kinds of decisions that would be too risky without a guaranteed baseline of demand.
How has the program expanded geographically beyond Iligan City?
The Kutitap Feeding Program’s success in Iligan demonstrated its viability as a replicable model. The first Tarlac leg of the program was launched in Capas in July 2018, with students at Calangitan Elementary School and Manga Elementary School receiving nutritious breads in the morning. A further expansion was planned for 2019 as part of nutrition month activities, indicating an ongoing strategic commitment to scaling the model to additional communities across the Philippines.




