Bahan bakar dan energi merupakan faktor kunci dalam proses produksi pakan Pilmico. Panas dan uap dalam jumlah besar diperlukan untuk menciptakan produk berkualitas tinggi. Bahan bakar bunker adalah sumber daya bahan bakar yang paling umum; sayangnya, bahan bakar ini juga tidak dapat diperbarui.
Guna menekan konsumsi, Pilmico sejak November 2016 beralih menggunakan sekam padi, limbah dari proses penggilingan padi, sebagai alternatif bahan bakar bunker. Tindakan ini sejalan program Aboitiz Group, Race to Reduce, yang memungkinkan Pilmico untuk sarana berkontribusi pada pelestarian lingkungan sambil mengurangi pengeluaran produksi.
Pada tahun pertama penerapannya, Pilmico mampu menghemat hampir setengah dari penggunaan bahan bakar bunkernya yang terus berlanjut hingga tahun 2018, di mana penghematan bahan bakar meningkat lebih lanjut sebesar 26%. Melalui hal ini, proses produksi perusahaan telah mengalami peningkatan yang signifikan, mengurangi penggunaan bahan bakar hingga lebih dari 60%.
Peningkatan ini hanyalah salah satu dari upaya keberlanjutan Pilmico. Pada tahun 2008, fasilitas peternakan babi Pilmico di Tarlac juga membangun dan memperkenalkan sistem biogas yang mengubah limbah babi menjadi bahan bakar untuk generator, sehingga membuat peternakan mereka menjadi swasembada untuk kebutuhan listriknya.
Melalui upaya-upaya seperti ini, hal ini menunjukkan bagaimana Pilmico terus mencari cara-cara inovatif untuk mengoperasikan bisnis menjadi lebih baik. Pilmico memajukan bisnis dan masyarakat dengan menemukan solusi yang tidak hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga pada masyarakat dan lingkungan.




